Kanal Ilmu Sosial


Jumat, 26 November 2021

 Pengertian Simpanan dan Jenis-Jenis Simpanan

Pengertian Simpanan dan Jenis-Jenis Simpanan

Simpanan adalah uang nasabah yang dititipkan atau diinvestasikan ke bank. Kata lain dari simpanan adalah rekening atau account. Si pemilik dana disebut penyimpan dan akan diberikan imbalan jasa atas dana yang disimpan di bank tersebut. Imbalan jasa ini disebut bunga di bank konvensional dan bagi hasil bagi bank syariah. Besarnya imbalan jasa bunga atau bagi hasil tergantung dari kebijakan masing-masing bank.

 

Keuntungan menyimpan uang di bank adalah pertama memperoleh jasa, baik berupa bunga maupun bagi hasil. Kedua, uang yang disimpan di bank akan aman dari kehilangan atau kerusakan. Ketiga, memudahkan pembayaran dengan menggunakan pendebetan secara otomatis, misalnya untuk membayar listrik, telepon atau air, atau melakukan pembayaran dengan cek atau bilyet giro atau menggunakan kartu kredit. Terakhir, dengan menggunakan ATM pengambilan uang menjadi mudah.

 

Jenis simpanan yang ada di bank ada berbagai macam. Namun secara garis besar jenis-jenis simpanan yang ada di bank konvensional (barat) dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu sebagai berikut :

 

Pengertian Simpanan dan Jenis-Jenis Simpanan


1.    Simpanan Giro (Demand deposit )

Simpanan giro merupakan simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Kepada setiap pemegang rekening giro akan diberikan bunga yang dikenal dengan jasa giro. Besarnya jasa giro tergantung dari bank yang bersangkutan. Rekening giro biasa digunakan oleh para usahawan, baik perorangan maupun perusahaannya. Bagi bank, jasa giro merupakan dana murah karena bunga yang hanya diberikan kepada nasabah lebih rendah dari pada bunga simpanan lainnya.

 


2.    Simpanan tabungan (saving deposit)

 Tabungan merupakan simpanan pada bank yang penarikannya sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh bank. Penarikan tabungan dilakukan menggunakan buku tabungan, slip penarikan, kuitansi, atau kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Pemegang rekening tabungan akan diberikang bunga tabungan yang merupakan jasa atas tabungannya. Sama halnya dengan rekening giro, besarnya bunga tabungan tergantung dari bank yang bersangkutan. Dalam praktiknya bunga tabungan lebih besar dibanding jasa giro.

 



3.    Simpanan deposito (time deposit)

 Deposito merupakan simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu (jatuh tempo). Penarikannya pun dilakukan sesuai jangka waktu tersebut. Namun, saat ini sudah ada bank yang memberikan fasilitas deposito yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Jenis deposito pun beragam sesuai dengan keinginan nasabah, yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito, dan deposit on call.

 

Sementara itu, jenis-jenis simpanan yang ada di Bank Syari’ah (Islam) sedikit berbeda dengan bank konvensional terutama dalam hal pemberian imbalan jasa. Jika imbalan jasa dalam bank konvensional disebut bunga, dalam bank syariah disebut bagi hasil.

 


Jenis simpanan (Al-wadi’ah) yang ada di Bank Syari’ah adalah sebagai berikut :

1.Rekening giro wadia’ah di mana pemilik modal akan diberikan bonus dari pendapatan bank biasanya sebesar 30 % dari rata-rata saldo giro minimal tertentu.

2.Rekening tabungan diberikan dengan sistem bagi hasil. Perbandingan bagi hasil antara  bank dengan nasabah biasanya 40-60 persen dari pendapatan bank dan untuk nasabah dihitung dari rata-rata saldo tabungan tertentu.

3.Rekening deposito juga diberikan dengan sistem bagi hasil. Perbandingan bagi hasil (nisbah) antara bank dengan nasabah biasanya 45-55 persen dari pendapatan bank dan untuk nasabah dihitung dari rata-rata saldo per bulan.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian simpanan dan jenis-jenis simpanan. Semoga dengan tulisan ini kita bisa mengerti macam-macam simpanan yang ada baik di bank syariah maupun bank konvensional. 


Jumat, 19 November 2021

 Pengertian dan Macam-Macam Lembaga Keuangan Bukan Bank serta Fungsi dan Manfaatnya

Pengertian dan Macam-Macam Lembaga Keuangan Bukan Bank serta Fungsi dan Manfaatnya

Pengertian umum dan khusus Lembaga Keuangan Bukan Bank ( LKBB )


Secara umum, Lembaga Keuangan Bukan Bank ( LKBB ) adalah lembaga keuangan yang dalam kegiatannya tidak dapat menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat sebagaimana yang dilakukan oleh bank. LKBB hanya melakukan kegiatan di bidang jasa keuangan, misalnya jasa asuransi, dana pensiun, pasar modal, dan pembiayaan.


Secara khusus, Lembaga keuangan bukan bank adalah semua badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang langsung atau tidak langsung menghimpun dana, terutama dengan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkan kepada masyarakat terutama untuk membiayai investasi perusahaan.

Lembaga keuangan bukan bank tidak boleh menerima dana dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito berdasarkan kebijakan Pakto 27 Tahun 1998, LKBB dapat menerbitkan sertifikat deposito sebagai sumber dana dan dapat mendirikan kantor-kantor cabang di daerah.

Berdasarkan Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 1992, ditetapkan bahwa semua LKBB diharuskan menyesuaikan kegiatan usahanya menjadi bank umum dengan memenuhi semua ketentuan dan persyaratan untuk menjadi bank umum. Maka LKBB saat ini pada dasarnya meliputi semua lembaga keuangan yang kegiatan pokoknya memberikan jasa-jasa  keuangan dan menarik dana dari masyarakat secara tidak langsung.

Lembaga keuangan bukan bank mulai berkembang sejak tahun 1972 dan bertujuan untuk mendorong pengembangan pasar modal serta membantu permodalan perusahaan-perusahaan lemah. Untuk mencapai tujuan itu, pemerintah memberi ijin lembaga untuk:

1.Menghimpun dana dari masyarakat dengan cara mengeluarkan surat berharga

2.Memberikan kredit jangka menengah kepada perusahaan atau proyek yang dimiliki  pemerintah atau swasta

3.Mengadakan penyertaan modal dalam perusahaan-perusahaan

4.Bertindak sebagai perantara bagi perusahaan untuk mendapatkan sumber modal baik dari dalam maupun luar negeri

5.Menjadi perantara dalam mendapatkan tenaga ahli



Macam-Macam Lembaga Keuangan Bukan Bank


Pengertian dan Macam-Macam Lembaga Keuangan Bukan Bank serta Fungsi dan Manfaatnya



Berikut ini adalah macam-macam lembaga keuangan bukan bank yang perlu kita ketahui:

a.    Koperasi simpan pinjam adalah lembaga keuangan bukan bank yang berbentuk koperasi yang usahanya di bidang perkreditan, yaitu menerima simpanan uang dan meminjamkan modal pada anggota. Koperasi simpan pinjam memiliki fungsi sebagai berikut:

•    Sebagai pendorong kegiatan menabung atau menyimpan uang di kalangan anggota

•    Sebagai pendorong yang melayani anggota yang membutuhkan pinjaman

•    Sebagai pembimbing anggota agar memanfaatkan uang pinjaman untuk kegiatan yang produktif.

b.    Perum Pegadaian adalah lembaga keuangan bukan bank dalam bentuk perusahaan milik pemerintah yang usahanya melayani kepentingan umum yang membutuhkan pinjaman uang dalam modal kecil dengan tanggungan ( jaminan ) berupa barang bergerak misalnya radio, TV, Sepeda, Sepeda motor, dann lain-lain. Nasabah wajib melunasi semua utang termasuk bunganya sebelum batas waktu pinjaman berakhir. Setelah lunas, barang yang dijadikan jaminan akan dikembalikan. Apabila sampai batas waktu yang telah ditentukan nasabah tidak membayar pinjaman dan bunganya, maka barang jaminan akan dilelang.

Fungsi pegadaian adalah sebagai lembaga pemberi kredit kepada rakyat dalam jumlah kecil dengan memperoleh imbalan berupa bunga dan peminjam harus mengembalikan barang sebagai jaminan.

c.    Perusahaan asuransi adalah perusahaan yang memberi jaminan atau pertanggungan kepada nasabah yang mengalami kerugian sesuai surat perjanjian ( polis ), apabila terjadi suatu peristiwa yang mengakibatkan kerugian, misalnya kebakaran, kecelakaan, meninggal dunia, dan lain-lain. Uang pertanggungan yang dibayarkan nasabah dinamakan premi. Contoh perusahaan asuransi adalah Perusahaan Astek, P.T. Asuransi Jiwa Sraya, dan lain-lain.

d.    Dana pensiun diperoleh melalui pemotongan gaji pegawai setiap bulan selama seseorang masih aktif bekerja, dana tersebut akan dibayarkan kembali jika pegawai yang bersangkutan sudah pensiun. Dengan adanya lembaga yang mengelola dana pensiun tersebut, maka pegawai yang sudah tidak aktif lagi karena telah mencapai usia tertentu bisa memenuhi kebutuhan uang dari dana pensiun. Perusahaan yang mengelola dana pensiun adalah P.T. Taspen ( Tabungan Asuransi Pensiunan )


Peran dan fungsi lembaga keuangan bukan bank


Peran lembaga keuangan bukan bank atau LKBB sesuai dengan jenis usaha yang dilakukannya ialah ikut serta mengembangkan perekonomian berasaskan demokrasi ekonomi untuk menunjang pembangunan nasional melalui upaya penghimpunan dan penyediaan dana untuk pembiayaan investasi perusahaan, konsumsi masyarakat umum, maupun risiko pihak tertentu.

Fungsi utama lembaga keuangan bukan bank ( LKBB ) adalah sebagai peghimpun dan penyalur dana masyarakat. Pelaksanaan fungsi menghimpun dan menyalurkan dana tersebut tergantung pada jenis usaha pembiayaan yang dijalankannya.

Manfaat lembaga keuangan bukan bank


Keberadaan Lembaga Keuangan Bukan Bank ( LKBB ) tentunya telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Manfaat-manfaat tersebut bisa dirasakan dari produk-produk yang ditawarkannya, sebagai berikut :

1.Pegadaian memberikan manfaat bagi masyarakat yang memerlukan dana

2.Perusahaan memberikan manfaat jaminannrisiko yang mungkin terjadi sesuai dengan jasa yang ditawarkan

3.Lembaga dana pensiun memberikan kesejahteraan kepada karyawan perusahaan terutama yang telah pensiun

4.Lembaga pembiayaan memberikan pinjaman kepada masyarakat dalam hal pendanaan kegiatan konsumsinya.

5.Koperasi memberikan manfaat kepada para anggota dalam hal kebersamaan dan sisa hasil usaha.


 Pengertian dan Macam-Macam Laporan Keuangan

Pengertian dan Macam-Macam Laporan Keuangan

Sebelum mengetahui macam-macam laporan keuangan, maka terlebih dahulu kita harus tahu pengertian laporan keuangan.

 

Secara umum, definisi laporan keuangan adalah sebagai berikut:

“laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu”

Maksud dari laporan keuangan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan saat ini adalah merupakan kondisi keuangan perusahaan terkini. Kondisi perusahaan terkini adalah keadaan keuangan perusahaan pada tanggal tertentu (untuk neraca) dan periode tertentu (untuk laporan laba rugi).

 

Biasanya, laporan keuangan dibuat per periode, misalnya 3 bulan atau 6 bulan sekali untuk keperluan intern perusahaan. Adapun untuk laoran lebih luas dilakukan setahun sekali. Di samping itu, dengan adanya laporan keuangan, kita akan mengetahui kondisi perusahaan terkini setelah menganalisis laporan keuangan tersebut tentunya.

 

Inti dari laporan keuangan adalah menggambarkan pos-pos keuangan perusahaan yang diperoleh dari suatu periode. Dalam praktiknya kita mengenal berbagai macam laporan keuangan seperti :

•    Neraca

•    Laporan laba rugi

•    Laporan perubahan modal

•    Laporan catatan atas laporan keuangan

•    Laporan arus kas

 

Pengertian dan Macam-Macam Laporan Keuangan

Berikut ini penjelasan mengenai macam-macam laporan keuangan

 

Neraca merupakan laporan keuangan yang menunjukkan jumlah aktiva (harta), kewajiban (utang), dan modal perusahaan (ekuitas) dari sebuah perusahaan pada periode tertentu. Artinya, dari suatu neraca akan tergambar berapa jumlah harta, kewajiban, dan modal suatu perusahaan. Pembuatan neraca biasanya dibuat secara periode tertentu (tahunan). Akan tetapi, pemilik atau manajemen dapat pula meminta laporan neraca sesuai kebutuhan untuk mengetahui secara persis berapa harta , utang, dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat tertentu.

 

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan kondisi usaha suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Artinya, laporan laba rugi harus dibuat dalam suatu siklus operasi atau periode tertentu guna mengetahui jumlah perolehan pendapatan (penjualan) dan biaya yang telah dikeluarkan, sehingga dapat diketahui, perusahaan dalam keadaan laba atau rugi.

 

Laporan perubahan modal merupakan laporan keuangan yang menggambarkan jumlah modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini. kemudian laporan keuangan ini juga menunjukkan perubahan modal serta sebab-sebab beruahnya modal.

 

Laporan catatan atas laporan keuangan adalah laporan keuangan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan yang disajikan. Laporan keuangan ini memberikan informasi tentang  penjelasan yang dianggap perlu atas laporan keuangan yang ada sehingga menjadi jelas sebab penyebabnya. Tujuannya agar pengguna laporan keuangan menjadi jelas akan data yang disajikan.

 

Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang menunjukkan arus kas masuk dan arus kas keluar perusahaan. Arus kas masuk berupa pendapatan atau pinjaman dari pihak lain. Adapun arus kas keluar merupakan biaya-biaya yang telah dikeluarkan perusahaan.

 

Jadi, dalam laporan keuangan akan tergambar bagaimana  kondisi keuangan suatu perusahaan, sehingga memudahkan untuk menilai kinerja manajemen perusahaan.

 

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian laporan keuangan dan macam-macam laporan keuangan. Semoga bermanfaat.

 


Sumber :

Kasmir S.E. M.M., 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group


Jumat, 12 November 2021

 Pengertian CV, Kelebihan dan Kekurangan CV serta Syarat Pendirian CV

Pengertian CV, Kelebihan dan Kekurangan CV serta Syarat Pendirian CV

Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai pengertian CV (Commanditaire Vennootschap) atau pengertian persekutuan komanditer atau pengertian perseroan komanditer beserta kelebihan dan kekurangan CV atau persekutuan komanditer atau perseroana komanditer.


Pengertian CV / Persekutuan Komanditer / Perseroan Komanditer


Perusahaan yang berebntuk badan usaha Perseroan Komanditer atau Commandataire Vennootschap atau lebih sering disingkat dengan CV adalah persekutuan yang terdiri atas kepercayaan. CV merupakan salah satu bentuk badan usaha yang ingin melakukan kegiatan usaha dengan modal terbatas. CV merupakan badan usaha yang tidak berbadan hukum dan kekayaan para pendirinya tidak terpisahkan dari kekayaan CV.

Dalam perseroan komanditer atau CV terdapat beberapa sekutu yang secara penuh bertanggung jawab atas sekutu lainnya. kemudian ada satu atau lebih sekutu yang bertindak sebagai pemberi modal. Tanggung jawab sekutu komanditer hanya terbatas pada jumlah modal yang ditanamkan pada perusahaan. Jadi, sekutu yang terdapat dalam CV yaitu sekutu komanditer (sekutu aktif) dan sekutu komplementer (sekutu pasif).

Perusahaan perseroan komanditer dijalankan oleh seorang sekutu aktif dan bertanggung jawab atas semua resiko atau kewajiban kepada pihak ketiga. Tanggung jawab ini juga sampai pada penggunaan harta pribadi, jika harta perusahaan tidak cukup untuk memenuhi kewajibannya. Adapun  sekutu pasif hanya menyetorkan sejumlah dana , namun tidak terlibat dalam pengelolaan perusahaan.

Seperti halnya badan usaha  yang lain, CV juga memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang tidak dimiliki badan usaha yang lain. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dan karakteristik Cv sebagai badan usaha :

1. CV didirikan oleh minimal dua orang, dimana salah satunya akan bertindak selaku persero aktif atau persero pengurus yang nantinya akan menjadi direktur dan yang lainnya sebagai persero pasif atau persero komanditer.

2. Seorang prersero aktif akan bertindak melakukan segala tindakan pengurusan atas perseroan; dengan demikian, dalam hal terjadi kerugian maka persero aktif akan bertanggung jawab secara penuh dengan seluruh harta pribadinya untuk mengganti kerugian yang dituntut pihak ketiga.

3. Adapun untuk persero komanditer, karena dia hanya bertindak selaku sleeping partner, maka ia hanya bertanggung jawab sebesar modal yang disetorkannya ke dalam perseroan.

Pengertian CV, Kelebihan dan Kekurangan CV serta Syarat Pendirian CV


Kelebihan dan kekurangan CV ( Commanditaire Vennootschap )


Dalam memilih bentuk badan usaha CV memiliki keutungan dan juga kerugian atau kelemahan jika dibandingkan dengan badan usaha perseorangan atau perseroan terbatas. Berikut ini adalah kelebihan CV  :

1. Untuk mendirikan CV saat ini relatif lebih sulit, karena memerlukan syarat yang cukup banya jika dibandingkan dengan firma. Pendirian CV harus melalui akta notaris dan didaftarkan di Departemen Kehakiman.

2. Bentuk CV sudah dikenal masyarakat, terutama masyarakat bisnis kecil dan menengah, sehingga memudahkan perusahaan ikut dalam berbagai kegiatan,  misalnya ikut dalam tender pekerjaan tertentu.

3. CV lebih mudah dalam memperoleh modal, karena pihak perbankan lebih mempercayainya, jika dibandingkan dengan perusahaan perseorangan.

4. CV lebih mudah berkembang karena manajemen dipegang oleh orang yang ahli dan dipercaya oleh sekutu lainnya sehingga mudah memperoleh tender dari pemerintah.

5. CV lebih fleksibel, karena tanggung jawab terbatas hanya sekutu komaditer sedangkan yang mengurus perusahaan dan mempunyai tanggung jawab tidak terbatas hanya sekutu komplementer.

6. Pengenaan pajak hanya satu kali, yaitu pada badan usaha saja. Pembagian keuntungan atau laba yang diberikan kepada sekutu komanditer tidak lagi dikenakan pajak penghasilan.



Adapun kerugian jika memilih perusahaan dalam bentuk CV adalah :

1.    Tanggung jawabnya akan menjadi tanggung jawab pribadi jika sekutu komanditer menjadi sekutu aktif.

2.    Status hukum badan usaha CV jarang dipilih oleh pemilik modal atau beberapa proyek besar.


Syarat pendirian CV


Untuk mendirikan CV tidak diperlukan syarat yang berat. Adapun syarat-syarat mendirikan CV adalah sebagai berikut :

1. Pendirian CV disyaratkan oleh dua orang, dengan menggunakan akta notaris berbahasa Indonesia. ( Namun dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dinyatakan bahwa pendirian CV tidak harus melalui akta notaris ).

2. Pada waktu pendirian CV, yang harus dipersiapkan untuk datang ke notaris adalah mempersiapkan : nama CV yang akan digunakan, siapa saja yang bertindak selaku persero aktif, dan persero diam, maksud dan tujuan pendirian CV serta dokumen persyaratan lainnya.

3. CV tersebut didaftarkan pada pengadilan negeri setempat dengan membawa kelengkapan berupa : SKDP ( Surat Keterangan Domisili Perusahaan ) dan NPWP atas nama CV yang bersangkutan, guna memperkuat kedudukan CV.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian CV, kelebihan dan kekurangan CV serta Syarat-syarat mendirikan CV. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita yang berniat untuk mendirikan perseroan komanditer atau persekutuan komanditer.


Jumat, 05 November 2021

 Pengertian, Tugas dan Fungsi Customer Service

Pengertian, Tugas dan Fungsi Customer Service

Pengertian customer service


Pengertian customer service secara umum adalah setiap kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kepuasan pelanggan melalui pelayanan yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan.

 

Customer service memegang peranan yang sangat penting sebagai ujung tombak perusahaan dalam menghadapi pelanggan. Dalam dunia bisnis tugas customer service yang paling utama adalah memberikan pelayanan dan membina hubungan dengan masyarakat.

 

Customer service perusahaan dalam melayani pelanggannya selalu berusaha  menarik dengan cara merayu para calon pelanggan mejadi pelanggan yang bersangkutan dengan berbagai cara. Customer service juga harus mampu menjaga pelanggan lama agar menjadi pelanggan  tetap perusahaan. Oleh karena itu, tugas customer service merupakan tulang punggung kegiatan operasional dalam dunia bisnis.

 

Pengertian, Tugas dan Fungsi Customer Service


Fungsi customer service


Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, seorang customer service harus benar-benar memahami tugas customer service dan fungsi customer service dengan baik sehingga mampu menjalankan tugasnya dengan prima.

 

Fungsi customer service yang harus dijalankan setiap waktu adalah sebagai berikut :

 

1.    Sebagai resepsionis

 

Sebagai resepsionis, customer service berfungsi sebagai penerima tamu yang datang ke perusahaan. Tamu di sini bisa siapa saja, entah pelanggan, calon pelanggan, supplier, atau pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Dalam hal ini CS harus bersikap ramah, sopan dan menyenangkan.

 

2.    Sebagai deskman

 

Sebagai deskman, fungsi customer service adalah sebagai orang yang melayan berbagai macam aplikasi (permohonan) yang diajukan pelanggan atau calon pelanggan. Permohonan mulai dari pengisian formulir sampai dengan kelengkapan data yang dibutuhkan atau dipersyaratkan.

 

3.    Sebagai salesman

 

Sebagai salesman, customer service merupakan seorang yang menjual produk kepada pelanggan atau calon pelanggan. Dalam hal ini, customer service harus dapat menjelaskan sesuatu yang berkaitan dengan produk. Tujuannya adalah agar pelanggan atau calon pelanggan tertarik hingga akhirnya membeli. Dalam fungsi ini, customer service juga sekaligus sebagai pelaksana cross selling terhadap pelanggan.

 

4.    Sebagai customer relation officer

 

Sebagai customer relation officer, tugas customer service  sebagai ornag yang dapat membina hubungan baik dengan semua pelanggan, termasuk membujuk atau merayu agar pelanggan bertahan, tidak lari dari perusahaan yang bersangkutan apabila menghadapai masalah.

 

5.    Sebagai komunikator

 

Sebagai komunikator, CS merupakan penghubung antara perusahaan dengan pelanggan atau pihak lain yang  berkepentingan terhadap perusahaan. Dalam hal ini, fungsi CS  adalah menghubungi pelanggan dan memberikan informasi tentang segala sesuatu yang ada hubungannya antara perusahaan dengan pelanggan.

 



Di samping memiliki fungsi seperti di atas, customer service juga memiliki tugas sesuai dengan fungsi di atas. Adapun tugas customer service sesuai dengan fungsinya adalah sebagai berikut :

 

1.    Sebagai resepsionis

 

Tugas customer service sebagai resepsionis adalah menerima tamu yang datang dengan ramah tamah, sopan, tenang, simpatik, menarik, dan menyenangkan. Dalam hal ini customer service harus bersikap selalu memberi perhatian, berbicara dengan suara yang lembut dan jelas. Selama melayani pelanggan, customer service tidak diperkenankan merokok, makan, minum atau berbincang-bincang sesama karyawan.

 

2.    Sebagai deskman

 

Tugas customer service sebagai deskman antara lain memberikan informasi mengenai produk-produk perusahaan, menjelaskan manfaat dan ciri-ciri produk, menjawab pertanyaan pelanggan mengenai produk serta membantu pelanggan yang membutuhkan pertolongan seperti mengisi formulir.

 

3.    Sebagai salesman

 

Tugas customer service sebagai salesman adalah menjual produk; melakukan cross selling; mengadakan pendekatan dan mencari pelanggan baru; berusaha membujuk pelanggan yang baru dan berusaha  mempertahankan pelanggan yang lama; serta berusaha mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi pelanggan, termasuk keberatan dan keluhan pelanggan.

 

4.    Sebagai customer relation officer

 

Sebagai custom relation officer, tugas seorang customer serive adalah menjaga image atau citra perusahaan. Tugas detailnya adalah membina hubungan baik dengan seluruh pelanggan, sehingga pelanggan merasa senang, puas, dan semakin percaya kepada perusahaan. Tugas yang terpenting adalah sebagai penghubung antara perusahaan dengan seluruh pelanggan.

 

5.    Sebagai komunikator

 

Sebagai komunikator, tugas CS adalah memberikan segala informasi dan kemudahan-kemudahan kepada pelanggan. Di samping itu, juga sebagai tempat menampung keluhan, keberatan, atau konsultasi berbagai hal yang ada kaitannya dengan produk perusahaan secara keseluruhan.

 

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian customer service, fungsi customer service dan tugas customer service. Semoga dengan tulisan ini kita bisa memahami pengertian CS, fungsi CS dan tugas CS dengan lebih baik lagi.


Jumat, 29 Oktober 2021

 Teori Perilaku Konsumen : Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II

Teori Perilaku Konsumen : Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II

Apa itu  teori perilaku konsumen ?

 

Seperti yang kita ketahui, dalam kehidupan kita selalu dihadapkan dengan pilihan. Apakah menonton televisi atau mengupdate artikel di blog ? minum jus atau secangkir kopi di pagi hari ? membeli mobil sport baru atau pergi traveling ke luar negeri ? kita memang harus selalu melakukan pilihan karena keinginan kita terbatas sedangkan sumber daya yang kita miliki sangat terbatas.

 

Konsep pilihan ini merupakan perilaku dasar dari konsumen. Konsep dasar perilaku konsumen ini menyartakan bahwa konsumen pada umumnya selalu berusaha untuk mencapai utilitas (utility) yang maksimal dari pemakaian benda yang dikonsumsinya.

 

Apa yang dimaksud dengan konsep utilitas ? utilitas adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang. Atau dengan kata lain, utilitas adalah ukuran kepuasan yang diterima dari penggunaan atau konsumsi barang dan jasa.

 

Utilitas adalah kata lain dari kepuasan. Karena berkaitan dengan ukuran kepuasan dari penggunaan barang dan jasa, utilitas sering pula disebut sebagai nilai guna.

 

Masing-masing konsumen merupakan pribadi yang unik. Konsumen yang satu dengan konsumen yang lainnya  mempunyai kebutuhan yang berbeda dan perilaku yang berbeda dalam pemenuhan kebutuhannya. Namun, dalam perbedaan-perbedaan yang unik itu ada suatu persamaan, yaitu setiap konsumen berusaha memaksimalkan kepuasannya dalam mengkonsumsi suatu barang.

 

Teori perilaku konsumen dapat menjelaskan bagaimana cara seorang konsumen memilih suatu produk yang diyakini akan memberikan kepuasan maksimum dengan dibatasi oleh pendapatan dan harga barang.

Untuk memahami teori perilaku konsumen, maka kita perlu menggunakan pendekatan kardinal sebagai berikut :


 

Pendekatan kardinal


Pendekatan kardinal juga disebut sebagai pendekatan marginal utility. Pendapatan kardinal dalam analisis konsumen didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari konsumsi suatu barang dapat diukur/dikuantifikasi dengan satuan tertentu, seperti uang, jumlah, atau buah. Semakin besar jumlah barang yang dikonsumsi, semakin besar pula tingkat kepuasan konsumen. Konsumen yang rasional akan berusaha memaksimumkan kepuasannya dengan pendapatan yang dimilikinya.

 

Sehubungan dengan teori perilaku konsumen, maka kita perlu melihat hasil penelitian dari Hermann Heinrich Gossen mengenai nilai guna total (total utility) dan nilai guna marjinal (marginal utility) yang terkandung dalam hukum Gossen I dah hukum Gossen II. Oleh karena itu, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu nilai guna total dan nilai guna marjinal.

 

Nilai guna total adalah kepuasan total yang dinikmati oleh konsumen dalam mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa tertentu secara keseluruhan. Sedangkan nilai guna marjinal atau kepuasan marjinal adalah tambahan kepuasan yang dinikmati oleh konsumen dari setiap tambahan barang atau jasa yang dikonsumsinya.


 




Hukum Gossen I


Konsumen akan selalu membuat pilihan yang akan memberi mereka kepuasan paling besar. Mereka selalu berusaha untuk memaksimumkan nilai guna atau kepuasan. Namun demikian, menurut penelitian Herman Heinrich Gossen,  disebutkan bahwa apabila pemenuhan kebutuhan atas suatu barang dilakukan secara terus menerus, kenikmatan dari mengkonsumsi barang tersebut  mula-mula tinggi, namun makin lama makin menurun hingga akhirnya mencapai titik jenuh.

 

Penelitian ini menghasilkan Hukum Gossen I yang berbunyi : “ jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus menerus, maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin menurun sampai akhirnya mencapai batas jenuh”. Teori ini juga dikemukakan oleh William Stanley Jevons, seorang ekonom dan matematikawan Inggris.

 

Agar memahami Hukum Gossen dengan jelas, bayangkan jika kita makan 6 potong ayam goreng dalam sekali waktu. Ayam goreng pertama rasanya akan enak, yang kedua juga masih enak, tapi, lama kelamaan kepuasan kita akan berkurang hingga akhirnya ayam terakhir rasanya seperti kotoran ayam. Ketika makan ayam goreng kelima, kita sudah mengalami titik jenuh dan ayam goreng keenam sudah bukan enak lagi, tapi bikin eneg.


Teori Perilaku Konsumen : Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II

 


Hukum Gossen II


Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia bukan hanya mengkonsumsi satu jenis barang, tetapi berbagai jenis barang. Lalu, bagaimana mereka mengatur pengeluaran yang demikian banyak tersebut sehingga dapat memaksimumkan kepuasan ? karena pendapatan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan akan didasarkan pada pertimbangan mendesak tidaknya suatu kebutuhan (menurut tingkat intensitas).

 

Kebutuhan sekunder belum terpenuhi jika kebutuhan primer belum terpenuhi. begitu pula kebutuhan mewah atau tersier tidak akan dipenuhi jika kebutuhan sekunder belum dipenuhi. Mengingat sumber daya yang terbatas, pemenuhan kebutuhan primer akan lebih tinggi tingkat kepuasannya dari pada pemenuhan kebutuhan mewah atau kebutuhan tersier.

 

Dalam menyikapi persoalan di atas, Gossen menyatakan bahwa konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa sehingga nilai guna marjinal setiap barang dan jasa yang dikonsumsi akan sama. Artinya, unit terakhir dari masing-masing produk yang dikonsumsi memiliki nilai yang sama. Pernyataan ini dikenal dengan nama Hukum Gossen II.


Jumat, 22 Oktober 2021

 Fungsi dan Peran Bank Sentral dan Bank Umum dalam Perekonomian

Fungsi dan Peran Bank Sentral dan Bank Umum dalam Perekonomian

Bank sentral dan bank umum adalah bagian dari lembaga perbankan di Indonesia. berikut ini ada fungsi dan peran bank sentral dan bank umum dalam perekonomian yang harus kita ketahui.


Fungsi dan peran bank sentral dalam perekonomian


Tujuan dan Tugas utama Bank Indonesia selaku bank sentral di Indonesia diatur pada Undang-Undang Nomor 22 tahun 19999. Bank Indonesia memiliki satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan rupiah mengandung dua aspek, yaitu:

a.    Kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa yang tercermin pada perkembangan laju inflasi.

b.    Kestabilan terhadap mata uang negara lain yang tercermin pada perkembangan nilai mata uang rupiah terhadap  mata uang negara lain.


Untuk mencapai tujuannya tersbut, Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas Bank Indonesia antara lain :


1.    Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter


Wewenang Bank Indonesia dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter adalah:

oMenetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sarana laju inflasi yang ditetapkan.

oMelakukan pengendalian moneter.

2.    Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran

Wewenang Bank Indonesia dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran adalah:

oMelaksanakan dan memberikan persetujuan serta izin atas peneyelenggaraan jasa sistem pembayaran.

oMewajibkan enyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya.

oMenetapkan penggunaan alat pembayaran.

3.    Mengatur dan mengawasi  bank


Dalam melaksanakan tugas untuk mengatur dan mengawasi bank, Bank Indonesia menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank, dan mengenakan sanksi terhadap bank sesuai denganketentuan perundang-undangan.


Selain tiga fungsi utama tersebut, Bank Indonesia juga memiliki tanggung jawab dan kegiatan lain yang berkaitan dengan pemerintah, hubungan internasional, serta akuntabilitas anggaran.


1.    Hubungan pemerintah dan internasional


Dalam tugas ini, Bank Indonesia bertindak sebagai pemegang kas negara serta memenuhi kewajiban/tagihan  kepada pihak luar negeri atas nama pemerintah. Bank Indonesia juga dapat melakukan kerja sama dengan bank sentral negara lain, serta organisasi dan lembaga internasional.


2.    Akuntabilitas dan anggaran


Kewajiban Bank Indonesia dalam hal akuntabilitas dan anggaran antara lain :

oMenyampaikan laporan keuangan secara tertulis kepada Presiden dan DPR, serta memberikan informasi melalui media massa kepada masyarakat setiap awal tahun anggaran.

oMelaporkan perkembangan pelaksanaan tugas dan wewenangnya kepada DPR secara tertulis setiap 3 bulan atau jika DPR meminta.

oMengumumkan laporan keuangan tahunan Bank Indonesia kepada publik melalui media massa.

Peranan bank sentral dalam perekonomian Indonesia antara lain :


1.    Bank sirkulasi


Bank sentral adalah pemegang hak tunggal dalam pengedaran uang kertas dan uang logam sebagai alat pembayaran yang sah.


2.    Banker’s bank


Bank sentral adalah sebagai bankir dari bank-bank. Dalam hal ini bank sentral berfungsi sebagai salah satu sumbr dana dari bank lain.


3.    Lender of Last Resort


Bank sentral adalah pemberi pinjaman pada tingkat terakhir. Artinya bank sentral dapat memberikan pinjaman kepada bank dalam bentuk fasilitas kredit liquiditas darurat.


4.    Pelaksana kebijakan moneter


Sebagai pelaksana kebijakan moneter, bank sentral mengeluarkan kebijaksanaan melalui beberapa instrumen moneter sebagai berikut :

a.    Cash ratio atau minimum reserve ratio equirement.

b.    Open market operation ( operasi pasar terbuka )

c.    Discount window ( fasilitas diskonto )

d.    Credit allocation/selective credit contract ( pengawasan kredit secara selektif )

e.    Foreign exchange rate ( tingkat nilai tukar mata uang asing )


5.    Penjaga posisi likuiditas negara


Bank sentral menjaga posisi likuiditas negara, dimana termasuk masalah  pengaturan dan penatausahaan  neraca pembayaran Indonesia.

 

Fungsi dan Peran Bank Sentral dan Bank Umum dalam Perekonomian

Fungsi dan peran bank umum dalam perekonomian


Tugas pokok bank umum adalah mengumpulkan dana terutama simpanan dalam bentuk deposito dan giro, serta memberi kredit jangka pendek kepada masyarakat.

Adapun fungsi pokok bank umum meliputi :

1.    Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang efisien dalam kegiatan ekonomi.

2.    Menciptakan uang melalui penyaluran kredit dan investasi.

3.    Menghimpun dana dan menyalurkannya kepada masyarakat.

4.    Menyediakan jasa-jasa pengelolaan jasa dan trust.

5.    Memberikan pelayanan penyimpanan untuk barang-barang berharga.

6.    Menawarkan jasa-jasa keuangan lainnya.


Guna mewujudkan fungsi pokok tersebut, bank umum melakukan berbagai usaha seperti :

1.Menghimpun dana dari masyarakat.

2.Memberikan kredit.

3.Menerbitkan surat pengakuan utang.

4.Memperjualbelikan atau menjamin berbagai surat berharga seperti surat-surat wesel, surat pengakuan utang, Sertifikat Bank Indonesia ( SBI ), obligasi, surat dagang berjangka waktu sampai 1 tahun, dan instrumen surat berharga lainnya.

5.Menyediakan tempat usaha untuk menyimpan barang dan surat berharga.

Peranan bank umum dalam perekonomian meliputi :


1.    Sebagai sarana perantara keuangan


Bank umum merupakan lembaga perantara keuangan dari pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana. Dalam hal ini bank menerima simpanan dari masyarakat untuk disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit.


2.    Sebagai pencipta uang giral


Bank umum merupakan lembaga yang dapat menciptakan uang ( money creator ) dengan cara mengeluarkan uang giro seperti bilyet giro dan cek.


3.    Sebagai pengelola lalu lintas pembayaran dan pelayanan jasa-jasa perbankan lainnya


Bank umum melaksanakan berbagai macam kegiatan diantaranya sebagai berikut :

oMenghimpundana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

oMemberikan kredit.

oMenerbitkan surat pengakuan utang, baik yang berjangka pendek maupun yang berjangka panjang.

oMemindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.

oMenyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah.

oMelakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat dalam bursa efek.

oMemberikan jasa-jasa bank lainnya.

Contoh bank umum di Indonesia antara lain:

1.    BNI, bank milik pemerintah yang berstatus badan hukum persero.

2.    BPD, bank milik pemerintah daerah yang berstatus badan hukum persero.

3.    BCA, bank milik swasta yang berstatus badan hukum persero.

4.    City Bank, bank swasta milik asing.

5.    Bukopin, bank milik koperasi yang berstatus persero.