Rabu, 15 September 2021

Macam-Macam Sosialisasi Manusia

| Rabu, 15 September 2021

Sebagai makhluk sosial tentu saja manusia tidak akan pernah terlepas dari sosialisasi. Sosialisasi akan selalu terjadi ketika ada lebih dari satu orang manusia. Sosialisasi tersebut dapat terjadi baik secara sengaja ataupun tidak sengaja dengan melibatkan seluruh elemen-elemen kehidupan manusia. Sosialisasi dalam masyarakat bersifat universal atau umum. Adapun macam-macam sosialisasi adalah:


1.    Sosialisasi berdasarkan berlangsungnya

Berdasarkan berlangsungnya, sosialisasi dibedakan menjadi :

  • Sosialisasi yang disengaja atau disadari, yaitu sosialisasi yang dilakukan secara sadar atau disengaja, misalnya pendidikan, pengajaran, indoktrinasi, dakwah, pemberian petunjuk, nasihat, dan sebagainya.
  • Sosialisasi yang tidak disengaja atau disadari, yaitu sosialisasi yang tidak disadari atau tidak disengaja yaitu perilaku atau sikap sehari hari yang dilihat atau dicontoh pihak lain. Contohnya adalah perilaku seorang ayah yang ditiru oleh anak laki-lakinya dan perilaku seorang ibu yang ditiru oleh anak perempuannya.

 

2.    Sosialisasi berdasarkan pihak yang terlibat

Berdasarkan pihak yang terlibat, sosialisasi dibedakan menjadi:

  • Sosialisasi equaliter adalah sosialisasi yang berlangsung di antara orang-orang yang kedudukan atau statusnya relatif sama, misalnya di antara teman, sesama murid, dan lain-lain.
  • Sosialisasi otoriter adalah sosialisasi yang berlangsung di antara pihak-pihak yang status atau kedudukannya befrbeda, , misalnya antara ornag tua dengan anak, antara guru dengan murid, antara pimpinan dengan pengikut, dan lain-lain.

 

Macam-Macam Sosialisasi Manusia

3.    Sosialisasi menurut tahapnya

Menurut tahapnya, sosialisasi dibedakan menjadi:

  • Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang dialami pertama kali oleh seorang individu. Sosialisasi primer dialami individu pada masa kanak-kanak dan terjadi di dalam lingkungan keluarga. Pada sosialisasi ini, individu tidak punya hak untuk memilih agen sosialisasinya, individu tidak dapat menghindar untuk menerima, dan menginternalisasi cara pandang keluarga.
  • Sosialisasi sekunder adalah sosialisasi yang terjadi di luar lingkungan keluarga. Sosialisasi sekunder berkaitan dengan ketika individu mampu untuk berinteraksi dengan orang lain selain keluarganya. Sosialisasi sekunder dapat terjadi di lingkungan bermain, lingkungan sekolah, media massa, tempat kerja, dan sebagainya.


4.    Sosialisasi berdasarkan caranya

Berdasarkan caranya, sosialisasi dibedakan sebagai berikut:

  • Sosialisasi represif adalah sosialisasi dalam keluarga dimana orang tua tidak memperhatikan pendapat dan partisipasi dari anak. Dalam sosialisasi represif terdapat hal yang menjadi perhatian, yaitu penggunaan hukuman, memakai materi dalam hukuman dan imbalan, kepatuhan anak kepada orang tua, komunikasi satu arah (perintah), bersifat nonverbal, orang tua sebagai pusat sosialisasi sehingga keinginan orang tua menjadi penting, dan keluarga menjadi significant others.
  • Sosialisasi partisipatoris adalah sosialisasi yang terjadi dalam keluarga dimana partisipasi anak diperhatikan secara penuh dan orang tua mempertimbanhkan kemauan anak. Sosialisasi partisipatoris mempunyai ciri-ciri antara lain: individu diberikan imbalan jika berkelakuan baik, hukuman dan imbalan bersifat simbolik, anak diberi kebebasan, penekanan pada interaksi, komunikasi terjadi secara lisan/verbal, anak pusat organisasi sehingga keperluan anak dianggap penting dan keluarga menjadi generalized others.   

Begitu pentingnya sebuah sosialisasi bagi kehidupan manusia, maka seluruh manusia yang pernah terlahir di muka  bumi pasti melakukannya. Bahkan bayi yang baru lahir pun akan bersosialisasi dengan ibunya sebagai media sosialisasi pertamanya. Demikianlan penjelasan mengenai macam-macam sosialisasi. semoga bermanfaat.


Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar